Selasa, 22 Februari 2011

ANALISIS FINANSIAL DAN EKONOMI

MODUL

MATAKULIAH
Analisis Investasi Agribisnis
ANALISIS FINANSIAL DAN EKONOMI
OLEH : SOETRIONO

Sumber :
Soetriono, 2006, Daya Saing Dalam Tinjauan Analisis, Bayu Media, Malang
Soetriono, 2010. Daya Saing Agribisnis Kopi Robusta, Sebuah Perpektif Ekonomi, Surya Pena Gemilang, Malang.


MODUL
PERBEDAAN ANALISIS FINANSIAL DAN EKONOMI

OLEH : SOETRIONO
Ps. Agribisnis Unej


Analisis Finansial dan Ekonomi

Analisis finansial adalah analisis kelayakan yang melihat dari sudut pandang petani sebagai pemilik. Analisis finansial diperhatikan didalamnya adalah dari segi cash-flow yaitu perbandingan antara hasil penerimaan atau penjualan kotor (gross-sales) dengan jumlah biaya-biaya (total cost) yang dinyatakan dalam nilai sekarang untuk mengetahui kriteria kelayakan atau keuntungan suatu proyek. Hasil finansial sering juga disebut “private returns”. Beberapa hal lain yang harus diperhatikan dalam analisis finansial ialah waktu didapatkannya returns sebelum pihak-pihak yang berkepentingan dalam pembangunan proyek kehabisan modal.

Analisis ekonomi adalah analisis usahatani yang melihat dari sudut perekonomian secara keseluruhan. Dalam analisis ekonomi yang diperhatikan ialah hasil total, atau produktivitas atau keuntungan yang didapat dari semua sumber yang dipakai dalam proyek untuk masyarakat atau perekonomian sebagai keseluruhan, tanpa melihat siapa yang menyediakan sumber-sumber tersebut dan siapa dalam masyarakat yang menerima hasil proyek tersebut. Hasil itu disebut “the social returns” atau “the economic returns” dari usahatani.

Menurut Djamin (2003), Soetriono (2006) perbedaan antara keduanya adalah:

1. Harga

Pada analisis finansial harga yang digunakan adalah harga pasar (market price), sedangkan pada analisis ekonomi untuk mencari tingkat profitabilitas ekonomi akan digunakan harga bayangan. Menurut Suad Husnan dan Suwarsono (2000), beberapa cara penggunaan harga bayangan antara lain sebagai berikut:

(a) Harga input output diperdagangkan

Harga bayangan yang digunakan untuk input output diperdagangkan adalah harga internasional atau border price yang dinyatakan dalam satuan moneter setempat pada kurs pasar. Menurut Djamin (2003), border price yang relevan untuk input dan output impor adalah harga impor CIF lepas dari pelabuhan (dikurangi segala jenis bea masuk, pajak impor, dan lain sebagainya), sedangkan pada input output yang merupakan barang ekspor maka border price yang relevan digunakan adalah harga FOB pada titik masuk pelabuhan ekspor.

(b) Harga input tidak diperdagangkan

Harga bayangan dari input adalah consumer willingness to pay atau kesediaan konsumen untuk membayar dalam hal ini adalah kesediaan pihak yang berkepentingan dalam proyek untuk membayar.

(c) Biaya tenaga kerja

Harga bayangan untuk biaya tenaga kerja adalah berapa sektor lain bersedia membayar untuk tenaga kerja tersebut apabila usahatani menarik tenaga kerja dari sektor lain. Kalau proyek tersebut menciptakan tenaga kerja, maka harga bayangan tenaga kerja jauh lebih rendah dibandingkan dengan upah yang dibayarkan perusahaan kepada mereka.

(d) Lahan

Harga bayangan modal untuk lahan diperhitungkan dari biaya pengorbanan produksi (production foregone) yaitu hasil produksi dari tanah bila tidak digunakan untuk proyek, untuk tanah yang tidak menghasilkan maka harga bayangan dapat berupa harga sewa dari tanah tersebut.

(e) Nilai tukar valuta asing

Harga bayangan untuk nilai valuta asing adalah nilai resmi yang ditentukan oleh lembaga pemerintah yang berwenang dikali dengan faktor konfersi.

2)Pajak

Pembayaran pajak dalam analisis finansial akan dikurangkan pada manfaat proyek atau dianggap sebagai biaya. Sedangkan pada analisis ekonomi pembayaran pajak tidak dikurangkan dalam perhitungan benefit proyek yang diserahkan pada pemerintah untuk kepentingan masyarakat sebagai keseluruhan, dan oleh karena itu dianggap sebagai biaya.

3)Subsidi

Didalam analisis finansial, subsidi (pengurangan pajak, pembatasan pajak impor terhadap bahan baku, dapat pula berupa sarana-sarana lainnya yang dapat dimanfaatkan proyek yang bersangkutan) akan mengurangi biaya proyek, jadi menambah benefit proyek, sedangkan pada analisis ekonomi subsidi tidak dihitung sebagai salah satu penyebab bertambahnya keuntungan oleh karena itu tidak dihitung.

Perbedaan penekanan pada analisis finansial dan analisis ekonomi yang telah diuaraikan sebelumnya dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini.


Diantara perbedaan yang telah diuraikan, analisis finansial dan ekonomi juga memiliki beberapa persamaan yaitu mengenai kriteria dalam perhitungan. Perhitungan pada analisis finansial dan ekonomis dilakukan dengan menggunakan kriteria yang sama yaitu discounted kriteria. Kriteria analisis discounted kriteria adalah untuk mengetahui berapakah manfaat (benefit) serta biaya-biaya (cost) selama umur ekonomis proyek (in the future) nilainya saat ini (at present = t0) diukur dengan nilai uang sekarang (present value). Caranya adalah dengan menggunakan discounting factor, sebagai berikut:


Hasil dari formula rumus tersebut harus menunjukan NPV positif (+) yang akan diperoleh dari jumlah benefit kotor setiap tahunnya dikurangi dengan jumlah biaya per tahunnya, hasil di-discount dengan discounting factor untuk tahun yang bersangkutan, kemudian dikurangi dengan Io (initial infesment).


Gross benefit cost (Gross B/C) adalah perbandingan antara benefit kotor yang telah di-discount dengan cost secara keseluruhan yang telah di-discount.
Hasil dari perhitungan gross B/C digunakan sebagai alat untuk menganalisis layak atau tidaknya suatu proyek, dengan ketentuan sebagai berikut:
i) gross B/C > 1, maka proyek layak (feasible),
ii) gross B/C = 1, maka tercapai break event point, dan
iii) gross B/C < 1, maka proyek tidak layak. Internal rate of return (IRR) Analisis IRR akan dicari pada tingkat bunga berapa (discount rate) akan menghasilkan NPV sama dengan, atau mendekati I0 (initial investment), dengan perkataan lain NPV = 0. Nilai IRR secara tepatnya dapat dicari dengan menggunakan rumus:


Menurut Gray, dkk (2005), untuk tujuan analisis kelayakan, pasar dalam negeri dianggap sebagai bagian dari pasaran dunia sehingga keunggulan komparatif di pasar dalam negeri dinilai berdasarkan perbandingan antara opportunity cost rill dari produksi dalam negeri dengan border price yang relevan. Produksi yang relevan untuk produksi dalam negeri yang melebihi konsumsi nasional adalah harga FOB untuk ekspor, sedangkan untuk jenis barang tradable yang produksi dalam negerinya kurang dari konsumsi nasional, border price yang relevan adalah harga CIF.

Pada proyek yang feasible (layak) atau memiliki keunggulan komparatif, berarti dari segi efisien proyek tersebut dinilai menguntungkan, dengan kata lain opportunities cost dari sarana produksi yang dipakai oleh proyek lebih rendah daripada opportunities cost sumber-sumber yang perlu digunakan untuk mendapatkan atau menghemat satu dolar. Sebaliknya jika proyek tidak layak atau tidak memiliki keunggulan komparatif, artinya proyek tersebut mengakibatkan pemborosan sumber-sumber nasional karena peluang investasi yang tersedia diluar proyek masih mampu memberikan tingkat keuntungan yang lebih tinggi.

Free On Board (FOB) adalah harga perbatasan yang digunakan untuk barang-barang yang dapat diekspor yang didalamnya termasuk semua biaya sampai barang selesai dimuat di atas kapal sudah termasuk ongkos pengepakan dan bongkar muat (handling), dan pengangkutan ke pelabuhan, diukur dalam US$ per satuan (US$/satuan).

Cost Insurance and Freight (CIF) adalah harga yang digunakan untuk barang -barang yang dapat diimpor yang didalmnya teramsuk harga barang, ongkos pengepakan dan bongkar muat (handling), ongkos pengangkutan dari gudang ke pelabuhan sampai muat, diukur dalam US$ per satuan (US$/satuan).

2)Penetapan harga bayangan (Ilustrasi Contoh)

a)Lahan

Lahan termasuk dalam input untradable, dimana harga bayangan lahan yang digunakan adalah sama dengan nilai production forgone dari lahan yaitu nilai jual produksi tertinggi dari tanaman lain yang hilang apabila tanah tersebut tidak sedang digunakan sebagai perkebunan kopi. Di Kecamatan Antrabrantah tanaman yang ditanam oleh petani responden sebelum menanam kopi adalah padi gogo dan jagung. Dari kedua tanaman tersebut ternyata yang memiliki produksi dengan nilai jual tertinggi adalah padi gogo yaitu sebesar Rp6.229.000/ha/tahun, oleh karena itu harga bayangan dari lahan adalah sebesar Rp6.229.000/ha/tahun.

b)Nilai tukar mata uang

Harga bayangan nilai tukar rupiah terhadap dolar diperoleh dengan rumus sebagai berikut:


Nilai tukar resmi (OER) yang digunakan adalah nilai tukar rata-rata pada tahun 2006 sebesar Rp9.585/US$. Pada triwulan I--III tahun 2006, penerimaan negara dari pajak ekspor (Tx) adalah sebesar Rp36.024.010.000, sedangkan bea masuk impor (Tm) adalah sebesar Rp30.942.040.000. Adapun nilai ekspor Indonesia (X) triwulan I--III tahun 2006 adalah Rp710.191.700.000, sedangkan nilai impor (M) Indonesia adalah sebesar Rp637.088.300.000 (BPS Pusat-Jakarta, 2006). Berdasarkan nilai- nilai tersebut maka diperoleh faktor konfersi bahan baku (SCF) tahun 2006 adalah sebesar 1,0037, sehingga harga bayangan nilai tukar mata uang yang diperoleh adalah sebesar Rp9.549,63/US$.

c)Bibit dan batang “entrys”

Harga bayangan bibit yang digunakan adalah sama dengan harga privatnya, baik itu bibit kopi, bibit tanaman pelindung, dan bibit tanaman tumpang sari. Begitu pula dengan harga bayangan batang “entrys” yang digunakan adalah harga privatnya. Hal ini disebabkan bibit dan batang “entrys” merupakan barang yang tidak diperdagangkan (untradable input).

d)Pupuk

Pupuk yang digunakan dalam usahatani kopi adalah pupuk kandang dan pupuk buatan yang terdiri dari pupuk urea, SP-36, dan KCl. Indonesia telah mengekspor pupuk urea, maka harga bayangan dihitung dengan harga menggunakan harga FOB dan mengimpor pupuk SP-36 dan KCl, maka harga bayangan dihitung dengan menggunakan harga CIF. Sedangkan harga bayangan pupuk kandang yang digunakan adalah sama dengan harga privatnya, karena pupuk kandang termasuk barang yang tidak diperdagangkan. Harga bayangan pupuk urea, SP-36, dan KCl pada tahun 2006 dapat dilihat pada Tabel 17 dan 18.



e)Tenaga kerja

Menurut Djamin (1993), harga bayangan tenaga kerja ditentukan berdasarkan jumlah dari production foregone (nilai yang seharusnya diterima seorang tenaga kerja yang bersangkutan bila ia tidak bekerja di perkebunan kopi), biaya pengangkutan tenaga kerja tersebut dari daerah tempat tinggalnya ke lokasi proyek, dan biaya makan dan pakaian.

Tenaga kerja yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari masyarakat daerah setempat yang mengangur bila tidak ada perkebunan kopi, sehingga diasumsikan bahwa nilai production foregone sama dengan nol, selain itu karena berasal dari masyarakat setempat maka diasumsikan tidak ada biaya pengangkutan tenaga kerja. Sehingga harga bayangan upah tenaga kerja atau shadow wage adalah sama dengan nilai upah tenaga kerja finansial atau sebesar 0% dari nilai upah finansialnya yaitu sebesar Rp 15.000/HOK untuk semua tenaga kerja.

f)Obat-obatan

Obat-obatan yang digunakan dalam usahatani kopi merupakan produksi dalam negeri, dimana bahan bakunya terdiri dari komponen asing (importable) dan domestik (untradable), menurut Kadariah (2001) harga bayangan dihitung dengan rumus sebagai berikut:


Berdasarkan rumus tersebut maka harga obat-obatan yang dikelompokkan berdasarkan komponen komponen impor dan domestik pada tahun 2006 dapat di lihat pada Tabel 19.


Berdasarkan perhitungan komponen impor dan domestik yang terkandung dalam obat-obatan, maka diperoleh rata-rata harga bayangan obat-obatan yang merupakan hasil penjumlahan antara harga komponen impor dan domestik. Adapun penetapan harga bayangan obat-obatan dapat dilihat pada Tabel 5.


f)Bangunan dan alat-alat pertanian

Alat pertanian yang digunakan dalam usahatani kopi yang bersifat tradable adalah sprayer pestisida. Sprayer tersebut merupakan barang impor dengan menggunakan harga CIF. Perhitungan harga bayangan sprayer pestisida dapat dilihat pada Tabel6.

Harga bayangan untuk bangunan dan alat-alat pertanian selain sprayer pestisida yang digunakan dalam usahatani kopi adalah sama dengan harga privatnya karena bangunan dan alat-alat pertanian tersebut termasuk barang yang tidak diperdagangkan (untradable inputs).

h)Output

Output dalam penelitian ini adalah kopi dalam bentuk kering giling dengan rendemen 20%, selain itu petani di Kecamatan Pulau Panggung juga mengusahakan tanaman tumpang sari (lada dan kakao) di sela-sela tanaman kopi mereka, dimana hasil penjualan produksinya dapat menambah penerimaan.
Harga bayangan kopi kering giling, lada, dan kakao diperoleh dari harga batas (border price) FOB karena merupakan komoditas ekspor. Adapun penetapan harga bayangan hasil produksi (kopi kering giling, lada, dan kakao) dapat dilihat pada Tabel 7

f)Bunga modal

Harga bayangan bunga modal adalah tingkat suku bunga tabungan privat tahun 2006 yaitu sebesar 11,80% ditambah dengan rata-rata tingkat inflasi bulanan selama 2 tahun (2005--2006) yaitu sebesar 12,69% (www.bi.go.id, diakses tanggal 26 Januari 2006). Berdasarkan perhitungan tersebut diperoleh harga bayangan bunga modal sebesar 24,49%.

Berdasarkan uraian penentuan harga privat dan harga bayangan, maka perbedaan diantara keduanya dapat dilihat pada Tabel 8.



12 komentar:

  1. Terima kasih Prof. atas materi-materi kuliahnya. izin download prof. bahan-bahan yang sangat berguna ini untuk referensi penelitian saya. syamsuir

    BalasHapus
  2. Terima kasih Prof... smg bermanfaat bagi kami dan semua pembaca.

    BalasHapus
  3. Dian Isyarini P21 Maret 2011 15.00

    Trima kasih Prof.Tri,modul ini membuat saya semangat mengerjakan tesis yg tertinggal dan semoga modul ini berguna bagi semua yang membutuhkan...sukses terus untuk Prof.Soetriono.

    BalasHapus
  4. Terima kasih prof. informasi yang sangat saya perlukan untuk menyelesaikan tesis

    BalasHapus
  5. Nurul Fathiyah Fauzi19 September 2011 19.20

    Asslm.......
    Pak ko belum ada lagi postingan terbarunya?
    Trimakasih, postingan Bpk sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  6. Terima prof.
    mudah2an bisa kita gunakan sebagai referensi...

    BalasHapus
  7. Terima Kasih Prof.
    mudah2an bisa kita gunakan sebagai referensi..
    maju terus Agribisnis
    merdeka...

    BalasHapus
  8. kalau boleh, saya minta referensi buku apa saja yang berkaitan dengan analisis kelayakan proyek, tools nya, dll

    BalasHapus
  9. Terimakasih Infonya
    artikel yang bagus,
    sangat bermanfaat..
    Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Ekonomi di UII Yogyakarta
    :)
    twitter : @profiluii :)

    BalasHapus
  10. Indra Budiman11 April 2013 22.40

    Terimakasih atas Infonya
    artikel yang bagus,
    sangat bermanfaat..
    Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Pertanian di USU Medan
    :)
    twitter : @iin_ndra :)

    BalasHapus
  11. Informasi yang sangat BERMANFAAT..
    Terima kasih..
    Semoga SUKSES & salam KENAL dari :
    ==============================

    Paket Usaha Ayam Tulang Lunak “GEROBAKAN”
    ~
    ..Bukan SULAP bukan SIHIR
    Asap di GEROBAK, jadi UANG di KANTONG anda..
    ~
    Paket Usaha Ayam Tulang Lunak “GEROBAKAN” merupakan
    paket usaha kuliner yang mudah dijalankan,
    murah & mempunyai tingkat pengembalian modalyang sangat singkat.
    Hanya dengan Rp. 7.500.000,- Anda sudah dapat menjalankan
    BISNIS KULINER yang terbaik saat ini.
    ~
    Anda akan mendapatkan :
    -. Gerobak
    -. Peralatan masak bakar
    -. Peralatan masak goreng
    -. Kompor, tabung gas & regulatornya
    -. Brosur
    -. Spanduk
    -. Poster
    -. Produk Awal Ayam Tulang Lunak
    -. Kaos
    -. Training (Pelatihan) PELAYANAN (khusus mitra dalam Jabodetabek)
    Materi inti :
    ~ Tata cara persiapan pembukaan outlet.
    ~ Tata cara membakar & menggoreng ayam tulang lunak
    ~ Tata cara menyajikan ayam tulang lunak
    ~ Tata cara menyimpan ayam tulang lunak
    ~
    Silakan kunjungi web kami:
    ~
    www.tulanglunakgerobakan.com
    ~
    atau :
    SMS Center: 085781037499
    Telpon & HP : 081318374450 (Telkom)
    08561070103 (Indosat)
    081806396669 (XL)
    021-94946600 (esia)
    021-70264774 (Flexi)
    Kantor: 021-4759274
    PIN BB : 28C97C54
    email : bumi.amrita@ymail.com
    ~
    & dapatkan kemudahan & keterangan lebih lanjut.
    Menu-menu andalan kami adalah :
    1. Ayam Bakar Tulang Lunak
    2. Ayam Goreng Tulang Lunak
    3. Pepes Ayam Tulang Lunak
    4. PepesCeker Tulang Lunak
    5. Bebek Bakar & Goreng
    ~
    Paket Usaha kami berikut menu andalannya telah diliput oleh :
    - Trans TV – Prog Jelang Siang – 28 November 2011 Pk 12.30 WIB
    - ANTV – Program Topik Pagi – 18 Juni 2012 Pk 04.45 WIB -> klik di sini
    dgn URL : http://www.youtube.com/watch?v=WrC1PvqExXc
    ~
    Program Usaha Ayam Tulang Lunak Gerobakan :
    1. Program Dalam Kota
    2. Program Luar Kota ( Program Master Mitra Mandiri)
    Terdiri :
    -. Paket Usaha Standar
    -. Mesin Presto
    -. Training Produksi
    Training Produksi bisa dilakukan di Jakarta atau di tempat mitra.
    Info lebih lanhut bisa dilihat di :
    http://www.tulanglunakgerobakan.com/mfm.html
    ~
    Ingin mencicipi sebelum bermitra ? Silakan order Paket Tester kami yg berisi :
    4 potong ayam tulang lunak (bisa dibakar & digoreng).
    2 pepes ayam tulang lunak
    2 pepes ceker ayam tulang lunak
    2 bebek presto (bisa dibakar & digoreng)
    ~
    Untuk wilayah Jabodetak, kita antar ke tempat calon mitra
    & dan calon mitra bisa langsung diskusi dengan ACCOUNT OFFICER (AO) kami..
    ~
    Tunggu apa lagi langsung silakan order…
    ~
    SUKSES sudah ada di depan mata kita, AYO BER-WIRAUSAHA !
    ~
    ~

    BalasHapus